Mengenal Cupping Process Pada Kopi Dan Kegunaannya Di Industri Kopi

Menikmati secangkir kopi dipagi hari atau bahkan saat berkumpul bersama teman memang disarankan untuk dilakukan. Kopi mampu meningkatkan mood dan membuat menjadi lebih rileks berkat aromanya. Minuman ini sendiri memiliki beragam cita rasa meskipun memiliki nama yang sama yakni kopi. Dimana kopi sendiri memiliki rasa yang disesuaikan dengan jenis biji yang digunakan dalam pembuatan bubuk kopinya. Sebab itu, kopi memiliki beberapa grade yakni kopi special, Kopi premium, dan kopi komersial.

Grade kopi sendiri mencitrakan rasa kopi dan juga kenikmatan kopi ketika diseduh serta dikonsumsi. Pada proses ini sendiri dilakukan dengan proses yang bernama cupping process. Dimana proses ini sendiri akan menghasilkan nilai suatu bubuk tertentu. Nilai ini akan menggolongkan kopi kedalam gradenya sehingga juga akan mempengaruhi harga. Misalnya saja Kopi premium, kopi jenis ini dijualkan dengan harga cukup tinggi bubuknya karena cita rasanya yang baik dan khas.

Pentingkah melakukan cupping process dalam mengolah kopi? Tentu saja penting. Dalam industri kopi sendiri, proses ini selalu dilakukan. Dari beragam tahapan proses yang berlangsung akan diambil sampel untuk menentukan kualitas kopi yang digunakan. Sebab, bila biji kopi memiliki grade yang berbeda maka produk kopi yang dihasilkan berbeda. Misalnya saja sebuah industri kopi menggunakan Kopi premium dalam pembuatan produk kopi instannya, maka perlu make sure biji kopi yang digunakan sama agar cita rasa tidak berbeda.

Proses cupping yang dilakukan sendiri dilakukan dengan mencium aroma biji kopi dan merasakan bubuk kopi yang telah diseduh. Adapun dalam menentukan kualitas Kopi premium maupun special dan komersial akan ada lembar penilaian yang perlu diisi berdasarkan proses cupping yang dilakukan. Tentu saja kegiatan ini dilakukan profesional dibidangnya.

Apa saja sih penilaian cupping yang penting dalam menentukan kualitas kopi? Berikut jawabannya.

  • Warna kopi setelah roasting
  • Aroma kopi
  • Tingkat keasaman kopi
  • Kekentalan pada kopi (body)
  • Tingkat kemanisan kopi
  • Rasa keseluruhan kopi dari dicecap hingga ditelan (clean cup)
  • Keseimbangan rasa kopi
  • Konsistensi rasa pada berbagai cup kopi
  • Rasa setelah dikonsumsi (aftertaste)
  • Rasa keseluruhan dengan berbagai komponen
  • Perbedaan rasa antar cup dengan bubuk yang sama (defect)

Dalam menentukan kualitas kopi yang dikonsumsi, industry kopi menggunakan parameter diatas. Dari parameter di atas juga bisa disimpulkan grade atau kualitas kopi masuk kedalam kategori apa. Skor maksimal yang didapatkan pada proses cupping sendiri adalah 100. Bagi kopi special nilai yang didapatkan harus diatas 80. Sedangkan untuk kopi premium sendiri berkisar antara 75 – 80. Skor dibawah 75 akan dikategorikan sebagai kopi off grade atau komersial.

Bila kamu gemar konsumsi kopi, maka kamu perlu tahu grade untuk masing – masing kelas kopi. Selain untuk mengedukasi kamu, kamu jadi tahu apa perbedaan antar kopi tersebut. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan cita rasa kopi yang khas.

By admin