Fakta Penting Pewarnaan Kain Menggunakan Teknik Tie Dye

Akhir-akhir ini motif tie dye atau ikat celup sedang ngetren digunakan sebagai motif pakaian, mulai dari pakaian santai hingga resmi. Motifnya yang unik menjadi keutamaan mengapa banyak orang menyukainya. Namun, tahukah Anda apa motif ikat celup itu?

Motif ikat celup ini merupakan teknik pewarnaan dengan menggunakan cara pelipatan, pengikatan, dan pemutaran kain menggunakan tali maupun karet. Tujuannya untuk menghasilkan motif unik dan tidak akan sama satu kain dengan lainnya.

Fakta Mengenai Motif Tie Dye

Bagi anak-anak muda sekarang motif ikat celup ini sangat unik dan dapat digunakan untuk berbagai suasana. Bahkan motif ini juga banyak digunakan pada pakaian muslimah hingga gaun pesta. Sebelum beli, ketahui dahulu fakta mengenai motif satu ini:

1. Sejarah

Karena motif ikat celup ini sangat populer di Amerika pada tahun 1960-an, kebanyakan orang menganggap bahwa dari sanalah motif satu ini berasal. Faktanya, tidaklah begitu, sebab motif ini sudah ada sejak lama.

Paling awal motif ini ditemukan di Peru tahun 500 Masehi. Pada saat itu, motif yang digunakan adalah lingkaran dan garis kecil dengan warna terang yang berasal dari warna akar, daun, bunga, maupun buah. Pada abad ke-6 Cina dan Jepang juga mengembangkan teknik ini, kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

2. Motif Beragam

Saat ini motif tie dye sangat beragam dengan warna yang juga bervariasi. Anda dapat menemukan motif bulat, garis, panjang, maupun abstrak, dan untuk warna mulai dari warna-warna cerah hingga yang bersifat lembut dapat ditemukan.

Oleh sebab itu, motif ikat celup ini bisa digunakan untuk berbagai fesyen ikon, mulai dari atasan, rok atau celana, hijab, hingga setelan. Penggunaannya juga bisa untuk kegiatan santai maupun resmi, tergantung kebutuhan.

3. Sutra Cocok Sebagai Bahan Teknik Pewarnaan Ini

Faktanya, sutra memang menjadi bahan yang paling cocok untuk digunakan untuk teknik pewarnaan ikat celup ini. Selain sutra, kain dengan bahan alami juga dapat digunakan karena mampu menahan warna dengan lebih baik.

4. Disebut Teknik Jumputan di Indonesia

Di Indonesia teknik pewarnaan kain ini disebut dengan jumputan untuk di daerah Jawa dan sekitarnya. Di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan juga ada teknik pewarnaan dengan teknik ikat dan celup ini bernama Sasirangan.

5. Bisa Menggunakan Pewarna Sintetik Maupun Alami

Untuk pewarnaannya dapat menggunakan pewarna sintetik karena mudah dalam pengaplikasianya, tahan lama, dan cepat saat tahap mewarnai. Namun, banyak juga yang masih menggunakan sumber pewarna alami seperti dari akar-akaran, buah beri, bunga, maupun dedaunan.

Teknik celup ikat merupakan salah satu teknik pewarnaan kain yang memiliki keunikan motif dan corak hasil pewarnaannya. Bahkan setiap pencelupan bisa menghasilkan motif berbeda walau menggunakan teknik yang sama. Inilah teknik tie dye yang unik dan mudah diaplikasikan. Ingin tahu lebih banyak tentang motif satu ini dan berbagai pengetahuan lainnya, Anda dapat membaca artikel rupa rupa di laman Orami.co.id.

By admin